PELATIHAN PEMBUATAN ANEKA MAKANAN Dari DINAS PERINDUSTRIAN KAB NGAWI

PELATIHAN PEMBUATAN ANEKA MAKANAN Dari DINAS PERINDUSTRIAN KAB NGAWI

Wonokerto.ngawikab.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Kamis hingga Jum’at (10-11 Oktober 2019) memberikan pelatihan pembuatan aneka kue berbahan baku potensi lokal di Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar.

Kegiatan penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri program desa produktif ini diikuti oleh 30 orang peserta dari bibit-bibit wirausaha di Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar. Selama kegiatan mereka dipandu narasumber dari Dinas Perdagangan.

Tidak hanya sekedar mendapatkan teori saja, dalam kesempatan tersebut mereka juga mendapatkan pelatihan praktek langsung sebagai pembekalan penciptaan wirausaha baru.

Dalam pelatihan pembuatan aneka kue ini, para ibu-ibu rumah tangga ini akan membuat produk-produk aneka kue sesuai potensi lokal yang dimiliki oleh Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar. Apapun potensi lokal yang ada akan diolah untuk menjadi aneka kue yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kalau potensi disini dimodifikasi sesuai dengan selera pasar, mereka bisa beli di toko kue yang sudah pendekatannya ke milenial. Karena milenial itu mempunyai selera sendiri. Jadi kalau tradisional terus maka tidak akan laku. Oleh karenanya, selera milenial harus disediakan dengan tampilan-tampilan dan selera milenial,” Jelas Pemateri.

Pelatihan pembuatan aneka kue bagi bibit-bibit wirausaha ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Ngawi.

Sementara Itu Kepala Desa Wonokerto Ibu Siti Moasri menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan pelatihan pembuatan aneka kue yang diberikan oleh Disnaker Kabupaten Ngawi.

“Mudah-mudahan dengan pemberian pelatihan pembuatan kue ini, mereka bisa mempraktekkan dan mengembangkannya di rumah masing-masing. Syukur-syukur mampu segera memproduksi kuenya dan memasarkannya secara luas,” ujarnya.

Kepala Desa kemudian mencontohnya pisang dan ketela sebagai salah satu potensi lokal di desanya. Kalau dua potensi ini diolah dengan baik, maka tentunya akan menambah nilai jualnya. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Sebenarnya sih masih banyak potensi-potensi lain yang bisa dijadikan bahan bakunya untuk diolah menjadi aneka kue. Tinggal bagaimana kemauan dari masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Share and Enjoy !

Shares
Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.

 

Share and Enjoy !

Shares