Kader Posyandu dan Guru TK Desa Wonokerto Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-2

Kader Posyandu dan Guru TK Desa Wonokerto Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-2

wonokerto.ngawikab.id – Senin (16/8) bertempat di UPT Puskesmas Gemarang, kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Guru TK dan Kader Posyandu Desa Wonokerto mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan, sejumlah 7 orang guru TK dan PAUD Desa Wonokerto serta 35 kader posyandu telah diberikan suntikan vaksin Covid-19 untuk kali keduanya. Mereka mendatangi antrian di halaman UPT Puskesmas Gemarang dengan penuh antusias sembari berselfie bersama untuk mengurangi kejenuhan menunggu giliran divaksin.

“Dengan mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua ini merupakan bentuk ikhtiar kami dalam melawan penyebaran virus Covid-19, apalagi kita para kader posyandu sering berinteraksi dengan ibu dan balita setiap bulannya dalam kegiatan posyandu” ungkap Sukarsi, salah satu kader posyandu Desa Wonokerto yang ikut dalam kegiatan vaksinasi tersebut.

Share and Enjoy !

Shares
Kelompencapir Milenial: Lomba Kadarkum Tingkat Kecamatan

Kelompencapir Milenial: Lomba Kadarkum Tingkat Kecamatan

Kesadaran hukum masyarakat dimulai dari kesadaran perangkat desa akan undang-undang yang berlaku. Berdasarkan hal tersebut, Bidang Hukum Pemkab Ngawi menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Masyarakat Sadar Hukum. Bagi masyarakat era tahun 80an pasti tidak asing dengan perlombaan kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa), perlombaan cerdas cermat yang ditayangkan TVRI. Kali ini, lomba diselenggarakan di Kecamatan Kedunggalar. 12 desa bertanding memperebutkan trophi kejuaraan serta pemenangnya nanti akan mewakili kecamatan Kedunggalar untuk maju berlaga di tingkat kabupaten.

Materi perlombaan kali ini adalah sosialisasi 6 undang-undang baru yang perlu segera disebarluaskan kepada masyarakat. Materi tersebut mencakup UU terorisme, UU ITE, UU perlindungan anak, UU perdagangan orang, dan UU Lalu Lintas. Peserta diwajibkan mempelajari kumpulan soal tanya jawab tentang materi tersebut yang nantinya akan diujikan dalam pelaksanaan cerdas cermat.

Desa Wonokerto telah menyiapkan tim terbaiknya, yang terdiri dari 5 orang berasal dari perangkat desa dan warga masyarakat. Mereka adalah Ni’matur Rosyidah, Yeyen Nilamsari, Purwanto, Saikhul Mudawam, dan Mahmuda. Setelah hadir dan menandatangani daftar hadir, anggota tim segera menduduki tempat sebagai peserta regu E.

Dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan lengkap dengan memakai masker, face shield serta kacamata pelindung. Seluruh peserta berusaha menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan dewan juri. Ada 3 babak lomba yang dipertandingkan, babak 1 merupakan menjawab 2 pertanyaan wajib, babak 2 menjawab pertanyaan wajib dan lemparan, serta babak 3 merupakan pertanyaan rebutan maupun cepat tepat.

Sempat memimpin pada babak kedua dengan skor 540, tim E dari desa Wonokerto akhirnya harus menyerah kalah dalam babak cepat tepat, karena hanya berhasil menjawab 1 pertanyaan saja. Sedangkan desa Wonorejo yang berhasil menjawab 3 pertanyaan di babak ini akhirnya menjadi juara dengan skor akhir 780. Selanjutnya, pemenang lomba sesi 1 ini akan dilombakan dengan pemenang sesi 2, baru akan diketahui juara tingkat kecamatan.

Share and Enjoy !

Shares
Lumbung Pangan Desa, Wujud Ketahanan Pangan Masyarakat Desa

Lumbung Pangan Desa, Wujud Ketahanan Pangan Masyarakat Desa

Wonokerto.ngawikab.id – Pandemi covid 19 ini belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Sebagai upaya antisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kelangkaan pangan dan kekurangan bahan makanan pokok, terutama bagi warga yang terkena keharusan isolasi mandiri, Bupati Ngawi mengeluarkan Surat Edaran tentang pembentukan Desa Tangguh serta Surat Edaran tentang Himbauan Donasi untuk Desa Tangguh.

Berdasarkan pada Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/06.01/4040.011/2020 tentang Himbauan Donasi Dalam Rangka Membentuk Desa Tangguh Lumbung Pangan sebagai Upaya Menghadapi Pandemi Covid-19, seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi dihimbau untuk mendonasikan 25% dari jumlah tunjangan beras yang diterimanya setiap bulannya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan di rekap dan dikumpulkan ke dalam Lumbung Pangan Desa.

Lumbung Pangan Desa inilah yang akan menjadi penyangga pada saat krisis untuk melayani warga yang benar-benar tidak mempunyai bahan makanan supaya tidak melakukan penjarahan sehingga kondusif kamtibmas tetap terjaga. Nantinya Lumbung Pangan Desa dapat menjadi tumpuan sementara selama menunggu penghubung mencari bahan pangan ke Relawan/Donatur, Koramil, Polsek, atau tempat-tempat yang telah dibentuk oleh Pemerintah. Jadi pada saat krisis pangan, akan ada 3 stok pangan darurat, 1) Rumah tangga, 2) Desa dalam bentuk lumbung pangan desa, 3) di sistem luar Desa (Relawan, PEMDA, Polisi, TNI, Pengusaha).

Teknis pelaksanaan pengumpulan dan distribusi Lumbung Pangan Desa ini nanti akan diserahkan sepenuhnya kepada relawan Desa Tangguh Desa Wonokerto, yang dikomando langsung oleh Ibu Kepala Desa. Bantuan pangan dari relawan ini nanti, 60%-70% akan diberikan langsung kepada warga dan 30%-40% akan disiapkan untuk cadangan saat krisis dan akan disimpan di Lumbung Pangan Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar. Semua dana bantuan ini nanti akan dicatat dalam buku penerimaan bantuan baik dari instansi, individu donatur, atau pihak-pihak lain yang memberikan bantuan. Jika bantuan sudah ada, daftar atau list nama rumah tangga yang akan diberi seperti dari DINSOS atau instansi pemerintah lainnya, maka di catat pada papan penerimaan bantuan (papan besar), dengan menulis jenis bantuan, besar, dan tanggalnya.

Untuk tahap pertama Bulan Agustus ini, bantuan sebagian telah terkumpul dan sebagian juga telah didistribusikan kepada yang berhak, utamanya mereka yang terdampak pandemi Covid 19 secara langsung, seperti mereka yang harus melaksanakan isolasi mandiri.

Share and Enjoy !

Shares
KARTU ODR SEBAGAI SARANA MEMUDAHKAN PEMANTAUAN ISOLASI COVID-19

KARTU ODR SEBAGAI SARANA MEMUDAHKAN PEMANTAUAN ISOLASI COVID-19

Wonokerto.ngawikab.id – Seluruh pendatang/pemudik yang memasuki desa Wonokerto dari berbagai kota, disarankan untuk melakukan ISOLASI MANDIRI di rumah masing-masing selama 14 hari setelah masa kedatangan. Diharapkan mereka dengan sadar mengurangi aktifitas keluar rumah dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Selain itu, mereka juga diberikan kartu ODR dan di rumah mereka ditempel kartu ODR. Hal itu terpaksa dilakukan bukan untuk memberikan stigma negatif terhadap para pemudik, namun hal itu bertujuan memudahkan identifikasi oleh petugas di lapangan, juga sebagai pencegahan terhadap warga lainnya agar menjaga jarak aman dari orang dengan resiko tersebut.

Diharapkan kepada seluruh pemudik maupun keluarga mereka dapat memahami langkah tersebut, karena yang dihadapi kali ini adalah masa darurat bencana, dan hal itu dilakukan demi keselamatan kita semua.

Share and Enjoy !

Shares
GALERI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DESA WONOKERTO

GALERI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DESA WONOKERTO

Share and Enjoy !

Shares